21 April 2026, Di Indonesia, beda sedikit saja sering langsung dikomentari:
“aneh”
“nggak umum”
“siapa yang mau beli?”
Akhirnya?
Banyak produk yang sebenarnya punya potensi, berhenti sebelum dicoba.
Kita Terlalu Cepat Menilai dari Sudut Pandang Lokal
Masalahnya bukan di produknya.
Masalahnya di cara melihatnya.
Pasar lokal terbiasa dengan:
- bentuk yang itu-itu saja
- desain yang aman
- selera yang seragam
Begitu ada yang keluar dari pola, langsung dianggap tidak cocok.
Padahal, Di Luar Negeri Justru Kebalikannya
Yang dianggap “aneh” di sini, di luar justru dicari karena:
- tidak pasaran
- punya karakter
- terlihat handmade
Semakin berbeda, semakin punya cerita.
Ironinya: Kita Punya Barangnya, Tapi Bukan Kita yang Menikmati Nilainya
Banyak produk Indonesia:
- bahan dari sini
- dibuat di sini
Tapi:
- dikembangkan di luar
- dijual lebih mahal di luar
Karena di sana, perbedaan dihargai.
Di sini, sering diragukan duluan.
Kalau setiap hal baru selalu dianggap aneh,
maka yang berkembang hanya yang itu-itu saja.
